Seonggok Sampah
Senin, 30 Mei 2016
Selasa, 24 Mei 2016
Bukan apa-apa
Semua orang pasti punya hati. Saya, kamu, dia, mereka. Kita pernah berharap pada seseorang. Sampai seseorang itu menjanjikan 'selamanya'. Padahal sebenarnya kita paham, hanya ada sekarang dan nanti. Tentang selamanya, itu tidak ada. Ya, tidak pernah ada. Dengan perasaan sepenuhnya kita telah memberikan yang terbaik. Padahal kita tidak pernah tau, apaseterusnya akan baik-baik saja.
Harusnya kita siap dengan segala resiko, apabila nanti dia menghancurkan segalanya. Lantas bagaimana. Membencinya kah ? Menyesali ? Menangisi ? Sudah pasti, yang dirasa adalah luka. Sakit. Nyeri. Tapi itulah harga yang harus dibayar, ketika kita mempercayakan sepenuhnya. Kita hanya akan menemukan dua jawaban nantinya. Pelajaran hidup atau pendamping hidup.Tidak perlu menyalahkan siapapun. Tidak perlu menyalahkan siapapun yang membuat luka. Tanpa kita sadari, dia tetap pernah melakukan yang terbaik untuk kita. Pernah mengusahakan untuk bahagia. Takdir yang tidak berpihak. Hanya saja ketika kita terjatuh, yang dibutuhkan adalah bangkit. Lagi, lagi, lagi, dan lagi. Sampai kita lupa perihnya sakit. Karna sakit untuk bangkit.
Dan tentang siapa yang pernah menghancurkan segalanya, dia adalah pemberi pelajaran terbaik.
Yakinlah, siapun nanti yang akan datang, apabila dia memang terbaik, dia akan membuatmu lupa bahwa kamu pernah luka.
Langganan:
Postingan (Atom)
